Definisi rekaman 

Istilah recording berasal dari bahasa inggris yaitu record yang artinya adalah merekam, sedangkan alat untuk merekam disebut dalam istilah recoder. Definis recording adalah suatu proses kegiataan penataan suara dimana sumber suara yang telah diatur sedemikian rupa (adjusted) kemudian diterima oleh microphone dan selanjutnya dirubah dari energi akuistik suara menjadi energi listrik yang kemudian dihantarkan kesebuah alat penyimpanan data yaitu recorder baik berupa pita magnetik (analog) maupun digital (compact flash / hardisk)

Sistem perekaman suara  menurut teknologinya dibagi menjadi dua bagian yaitu : analog dan digital. Sistem perekaman analog dimulai semenjak tahun 1940-an dimata sistem pendataan perekaman menggunakan sisrem induksi magnetik ysng menggunsksn medis penyimpanannnya yaitu menggunakan pita magnetik. Kualitas suara perekaman sistem analog  bergantung pada kecepatan rekam pita suaranya. Semakin cepat kecepatan pitanya semakin baik kualitas penyimpanan datanya. Hal ini disebabkan oleh kerapatan penyimpanan data pada media pitanya.   Pada tahun 1970 pita magnetik dengan ukuran lebar pita 1 inc dan 2 ins ditetapkan sebagai media perekaman suara standar untuk perekaman suara dan pengolahan hasil akhir (mastering). Pada tahun 1960 – 1970 saat ditemukannya sistem binary data  dengan menggunakan teknologi kode pengangkaan one and zero  pada pita magnetik yang diiringi dengan perkembangan teknologi synthesizer yaitu teknologi pengolahan musik dengan menggunakan sampling data digital. Perkembanagan teknologi suara digital semakain maju semenjak ditemukannya DAW (digital audio worstation). Dengan DAW maka suara dapat direkam (recording), diedit (editing), digabung-gabungkan (Mixs) hingga di print (Bounce & Mastering) sesuai hasil output yang diinginkan. Pada teknologi suara digital kualitas suara bergantung pada jumlah sampling rate yang digunakan. Semakin tinggi samplig rate yang digunakan maka semakin tinggi pula kualitas rekaman pada media rekaman digitalnya. Sampling rate tidak  terlepas pada kemampuan sound chard  yang berfungsi sebagai konversi teknologi analog digital atapun digital ke digital. Alat untuk merubah konversi suara analog dan suara digital dinamakan AD / DA converter. Saat ini kemampuan sampling rate pada teknologi digital bermuala pada 44.1 Khz, 48 Khz, 96 Khz , 192 Khz hingga  384 Khz. Untuk saaat ini standar audio visual menggunakan sampling rate 48 Khz,  sedangkan 192 Khz saat ini ditetapkan sebagai High Definition audio. Untuk samplig rate 384 sangat jarang digunakan hal ini dikarenakan factor pendukung seoerti komputer, speaker belum banyak yang telah mengikuti teknologi sampling rate 364 Khz. Adapun pada tahapan produksi film departemen melakukan prose’s yang dinamakan rekaman dilapangan atau sound field recording  

Teknik  & Sistem rekaman

Teknik perekaman terbagi menjadi 2 cara yaitu :

1.     Single system recording

Single system recording artinya bahwa gambar dan suara direkam pada satu media dapat berupa  kamera ataupun PVR (Portbale video  recoder) . tehnik ini sering digunakan pada News atau liputan berita, Sinetron, Dokumenter dan lain – lain. 

2.     Double system recording

Double system adalah tehnik rekaman ganbar dan suara secara terpisah, maksudnya adalah kamera hanya difocuskan pada perekaman gambar sedangkan suara direkam dengan media rekam suara sendiri contohnya portable recorder.  Tehnik ini yang digunakan pada perekaman suara pada film.

Alat Perekam Suara (recorder)

Digital Recorder adalah alat perekam suara dengan menggunakan sistem perekaman data yang disimpan pada Compact Flash atau Internal Hardisk Recorder itu sendiri atau bias juga dengan External Hardisk. Digital Recorder yang umum digunakan para perekam suara film Indonesia dengan  sistem menggunakan media penyimpanan data compact flash dan internal hardisk. Kualitas suara pada alat perekam digital tergantung pada Sampling rate-nya. Dimana semakin tinggi Sampling Rate-nya, kualitasnya semakin baik. Sampling Rate adalah jumlah berapa kali sebuah alat mengubah sinyal listrik yang diterimanya menjadi bentuk data tiap detiknya. Dihitung dengan satuan KiloHertz (kHz).