Audio adalah representasi dari suara baik secara elektronis atau dengan beberapa metode lainnya.  Pada umumnya bahan baku pita analog disebut audio tape, bukan sound tape. Sound (Suara) adalah istilah yang digunakan untuk energi akustik, sementara audio dipakai untuk sinyal elektronik, dan juga rekaman magnetik maupun  optikal. Jadi jika sebuah benda mengeluarkan bunyi, kita menyebutnya suara atau sound, tetapi apabila suara itu telah diubah menjadi sinyal elektronik, kita menyebutnya audio. Secara teknis istilah track berarti jalur audio pada medium perekaman audio. Misalnya penggunaan “recorder 32-tracks’, karena memang ada 32 jalur paralel pada pita magnetik berukuran 2 inci dimana nantinya  sumber suara terekam pada masing masing track berjumlah 24 sumber suara. Sementara istilah channel tidak merepresentasikan  pada medium akan tetapi lebih mengarah pada jalur sinyal suara. Contohnya pada audio mixer memiliki memiliki 16 channel bukan 16 track.  Jadi dapat disimpulkan bahwa sebuah track adalah space atau ruang pada medium perekam audio, sementara sebuah channel adalah jalur yang dilewati sinyal audio atau jalur yang dilewati dari input ke output.

Berdasarkan  teknologi perkamannya,  suara terbagi menjadi dua yaitu analog dan digital. Teknologi analog  merupakan teknologi perekaman suara dengan menggunakan  pemanfaatan metode induksi magnetic dimana sinyal suara secara elektonik akan diindusikan dengan menggunakan medan mangnet yang kemudian disimpan pada pita magnetic. Alat untuk meninduksikan  suara ini disebut Head. Pada aplikasinya Head  tidak hanya dipungsikan untuk menginduksikan suara pada pita magnetic akan tetapi berfugsi juga sebagai alat playback atau memutar ulang suara yang telah direkam dan menghapus (erase).

gbr. Bagian mekanik recorder analog

Menurut laman eletronika dasar bahwa pada dasarnya analog  recorder adalah elektromagnetik yang diaplikasikan sebuah fluksi magnetic pada oxide di atas tape. Oxide secara permanen untuk mengingat perubahan fluksi. Head perekam tape sangat kecil, dikelilingi elektromagnetik dengan celah kecil di dalamnya, bagian head tape recorder ditunjukkan pada gambar berikut :


gbr Head pada pita magnetic

Electro magnetic terdiri dari sebuah inti besi yang dibelit dengan kawat, seperti ditunjukkan pada gambar. Selama merekam, sinyal audio dikirim melalui kumparan kawat untuk menciptakan medan magnet dalam inti. Pada celah fluksi magnet membentuk suatu pola menjembatani celah (ditunjukkan warna merah diatas ), fluksi ini merupakan apa yang dimagnetkan oxide pada tape.

Selama playback (diputar ulang), gerakan tape menarik medan magnet bervariasi melintasi celah celahnya sehingga menciptakan suatu medan magnet yang bervariasi dalam inti dan oleh karenanya menyebakabkan terjadinya sinyal didalam kumparan. Sinyal ini dikuatkan oleh amplifier untuk kemudian mengatur bunyi yang dihasilkan speaker. Dalam pita kaset pada umumnya, terdapat dua jalur electro magnetic kecil selebar sekitar separuh lebar hasil rekaman. Dua head merekam dua kanal dalam format stereo seperti gambar bawah ini :


gbr. Jalur elektro magnetic pada pita kaset

Kualitas pita suara analog tergantung pada kecepatan putaran pita magnetic, artinya semakin cepat pita berputar pada saat relaman akan semakain baik kualitas suaranya.

Pada teknologi perekaman digital, suara dikonversi atau dirubah menjadi digital. Hal ini dapat dilakukan setelah berkembangnya teknologi komputer. Pada komputer hanya mampu mengenal sinyal dalam bentuk digital. Bentuk digital yang dimaksud adalah tegangan yang diterjemahkan dalam angka “0” dan “1”, yang juga disebut dengan istilah “bit”. Tegangan ini berkisar 5 volt bagi angka “1” dan mendekati 0 volt bagi angka “0”. Dengan kecepatan perhitungan yang dimiliki komputer, komputer mampu melihat angka “0” dan “1” ini menjadi kumpulan bit-bit dan menerjemahkan kumpulan bit-bit tersebut menjadi sebuah informasi yang bernilai. Untuk merubah sinyal analog menjadi digital dibutuhkan alat yang merupakan bagian dari komputer yaitu sound card. Proses pengubahan gelombang suara menjadi data digital ini dinamakan Analog-to-Digital Conversion (ADC), dan kebalikannya, pengubahan data digital menjadi gelombang suara dinamakan Digital-to-Analog Conversion (DAC). Saat ini sound card terbagi menjadi dua macam yaitu internal dan eksternal sound card

 gbr. Contoh internal sound card

Adapun  eksternal sound card  biasanya mengunakan koneksi dengan komputer melaui USB, Firewire  atau Ethenet. Secara fungsinya alat ini sama dengan internal sound card akan tetapi dengan mengunakan eksternal sound card lebih fleksibel dalam penggunan bermacam – macam jenis dan merk komputer.

gbr. Contoh eksternal sound card

Pada  asfek fisik suara dapat dijabarkan proses konversi suara sinyal analog ke data digital adalah sebagai berikut :

Sinyal suara sebelum diubah kedalam format digital

Sinyal suara yang sedang dibuat sample-nya didalam Analog to Digital converter.

Data Digital hasil dari Analog to Digital converter.

Pada teknologi rekaman audio digital kualitas suara ditentukan oleh besar kecilnya samplig rate yang digunakan. Sampling rate audio  yang digunakan pada rekaman adalah : 48 khz, 96 kHz hingga 192 kHz.  Semakin besar sampling rate digunakan semakin besar resolusi audionya.  

Sample Rate